Kamis, 26 Maret 2015

Sedekah Membawa Berkah

Sedekah Membawa Berkah



Seorang wanita, di masa Nabi Daud as, membawa keluar dari rumahnya tiga potong roti dan tiga kilogram gandum. Ditengah jalan, dia bertemu pengemis yang membutuhkan bantuan. Wanita itu menyerahkan tiga potong roti itu pada sang pengemis.

Dia berkata pada dirinya sendiri, “Gandum ini akan kumasak menjadi roti.” Tiba-tiba, angin berhembus dan menerbangkan gandum wanita itu.

Wanita itu sedih atas apa yang terjadi. Dia pun datang menghadapi Nabi Daud as dan menjelaskan pada beliau apa yang dialaminya. Kemudian, Nabi Daud mengutus wanita itu ke tempat Nabi Sulaiman untuk memperoleh jalan keluar. Ketika wanita itu mengisahkan pada Nabi Sulaiman tentang kejadian yang dialaminya, Nabi Sulaiman as memberikan padanya seribu dirham.

Wanita itu kembali datang kepada Nabi Daud as dan berkata, “Putramu memberikan seribu dirham padaku.”

Nabi Daud as berkata, “Pergilah ke tempat Nabi Sulaiman as dan kembalikan uang seribu dirham itu padanya. Dan katakan padanya, “Saya tidak menginginkan dirham, namun saya ingin mengetahui sebab kejadian ini.”

Tatkala wanita itu datang lagi, Nabi Sulaiman berkata padanya, “Saya telah memberimu seribu dirham dan jangan meminta sesuatu yang lain dariku.” Wanita itu berkata, “Saya tidak menginginkan dirham.”
Nabi Sulaiman menambahkan seribu dirham lagi untuk wanita itu. Lalu wanita itu datang kerumah Nabi Daud as dan menceritakan pada beliau apa yang terjadi.

Nabi Daud as mengutus wanita itu untuk pergi lagi ke tempat Nabi Sulaiman as dan berkata, “Kembalikan uang dirham itu pada beliau dan katakan, ‘Saya tidak menginginkan dirham. Akan tetapi mohonlah kepada Allah untuk mendatangkan angin dan menanyakan padanya; apakah ia menerbangkan gandum itu atas perkenaan Allah atau tidak.”

Wanita itu pergi ketempat Nabi Sulaiman as. Kemudian Nabi Sulaiman as memanggil malaikat pengatur angin untuk menanyakan padanya tentang gandum itu.

Angin berkata, “Saya menerbangkan gandum itu atas perkenaan Allah. Sebab, selama beberapa hari seorang pedagang terkatung-katung diatas kapalnya di tengah lautan, dan binatang-binatang peliharaanya dalam keadaan kelaparan. Lantas, pedagang itu bernazar bahwa apabila seseorang memberinya gandum pada saat itu, maka dia akan memberikan sepertiga dari barang daganganya. Kemudian aku menerbangkan gandum itu kepada pedagang tersebut atas perintah Allah, agar dia memenuhi janji dan nazarnya.”

Selang beberapa masa, pedagang tersebut ditemukan. Nabi Sulaiman as bertanya padanya perihal apa yang dialaminya di tengah lautan. Kemudian Nabi Sulaiman as memanggil wanita itu dan beliau menyuruh si pedagang unutk menepati nazar dan janjinya dengan cara menyerahkan sepertiga dari barang daganganya kepada wanita itu. Nilai harta yang diberikan pada wanita itu mencapai 360.000 dinar. Wanita itu pun amat bahagia dan pulang ke rumahnya.

Pada saat itulah Nabi Daud as berkata pada putranya. Nabi Sulaiman as, “Wahai putraku, barangsiapa menghendaki transaksi yang menguntungkan, maka dia harus bertransaksi dengan Allah yang Maha Pemurah.”

Minggu, 22 Maret 2015

INFO JADWAL KAJIAN

Hadirilah !!!
Kajian Tauhid bersama :
- KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym)
- Ust. DR. Abdul Hakim, M.Ag

Pada, 
Hari   : Senin Tanggal 23 Maret 2015
Pukul : 18.30 - 21.00

Bertempat di, 
Masjid Baitul Ihsan
Komp. Bank Indonesia,
Jl. MH Thamrin/ Jl. Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat
 

Mari, bagi yang rumah atau tempat bekerjanya dekat dengan lokasi, dapat mampir dulu ke lokasi, menambah ilmu dan manfaat, semoga Allah mencatatkan pahala kebaikan untuk kita semua,,
Aamiin Allahumma Aamiin,.

#kajiantauhid #aagym #jadwalkajian

Sabtu, 21 Maret 2015

Keberkahan di Dalam Keluarga

Keberkahan di Dalam Keluarga

*Resume Pengajian Akhir Pekan RISKA(Remaja Islam Sunda Kelapa)
  Jum'at, 20 Maret 2015, di MASK (Masjid Agung Sunda Kelapa) Jakarta.
  Diisi oleh : Ust. Bendri Jaisyurrahman


Prestasi terbaik syaitan adalah merusak keluarga - ibnu tamiyyah, karena keluarga yang rusak dapat menghasilkan anak yang rusak, anak yang rusak membentuk masyarakat yang rusak, sedangkan masyarakat yang rusak membentuk negara yang rusak.

Seringkali kita ketika seorang anak yang rusak, yang disalahkan adalah seorang Ibu, karena Ibu dianggap yang mendidik anaknya seorang diri di rumah. Padahal ketika seorang anak rusak, ayahnyalah yang bertanggungjawab atas kerusakan anaknya, karena seorang anak bernasab kepada ayahnya - ibnu qayyim.

Pengaruh budaya barat yang membuat seorang ibu disalahkan, karena di barat anak-anak tidak dinasabkan kepada ayahnya akibat ketidakjelasan siapa ayah dari anak-anak tersebut. Salah satu yang masih mengadopsi budaya barat di Indonesia sampai saat ini adalah perbankan, tetapi sekarang kita tidak membahas ini.

Pada zaman Rosulullah SAW (bahkan sampai saat ini), banyak orang yang mendoakan pengantin dengan doa-doa orang jahiliyyah yaitu "semoga langgeng dan banyak anak". Doa tersebut tidak meminta keberkahan kepada Allah SWT. Padahal langgeng tanpa keberkahan sangatlah sia-sia. Contohnya seperti suami istri yang sangatlah romantis tapi kerjaanya hanya pergi senang-senang (seperti nonton bioskop, jalan-jalan, dsb). Tidak saling mengingatkan untuk ke majelis ilmu, tidak saling mengingatkan untuk sholat. Banyak anak pun jika tanpa keberkahan dari Allah akan sangat sulit karena anaknya bisa jadi tidak baik.
Contohnya adalah si anak akan menjadi anak yang tidak nurut kepada orangtua, berbuat dzholim, berani melawan orangtua, atau anak yang masih terlelap saat subuh padahal si suami sudah ke masjid dan istri pun sudah terbangun, itu merupakan ciri-ciri hadirnya ketidakberkahan dalam keluarga. Perbanyaklah ilmu parenting, tambahkanlah kebaikan didalam keluarga agar berkah, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Hud ayat 114 yang menjelaskan bahwa kebaikan akan mengusir keburukan, layaknya kotoran di sebuah gelas yang akan tumpah dengan ditambahkannya air bersih ke dalam gelas tersebut.

Rosulullah SAW juga sudah mencontohkan bagaimanan mendoakan keberkahan untuk pengantin. Doanya ialah "Barakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair" yang artinya, "Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan" (H.R. At Tirmidzi)

Syarat Agar Keluarga Diberkahi

Dasar dari keberkahan keluarga adalah Iman dan Taqwa.
Cara memperoleh keberkahan keluarga adalah sebagai berikut :

1. Perbaiki Proses.
Sebelum berkeluarga, caranya harus sesuai syariat agar berkah. Jangan melangar syariat karena dapat merusak keberkahan (keberkahan tercabut), kecuali orang tersebut bertaubat.
2. Visi Keluarga Harus Diluruskan
Visi bersama keluarga haruslah berorientasi akhirat (visi sekeluarga masuk surga bersama) seperti firman Allah dalam Q.S Al Qasas ayat 77 (fokus kepada akhirat tapi jangan melupakan dunia).
3. Buktikan dengan perbuatan bahwa visi keluarga ini berorientasi akhirat. 
Contohnya tidak berdiamdiri ketika melihat istri dan anak mulai keluar dari syariat islam.
4. Perbaiki dialog dalam keluarga
Berdialoglah mengenai spiritual agama dengan anak. Karena pembicaraan suami & istri akan terekam oleh anak dan membentuk anak tersebut. Diskusilah tentang agama, tentang akhirat, karena itulah yang menjadi visi kita.

Wallahuamabishowab..
Semoga Bermanfaat..

Resume by Indah
_Biro Kajian Publik Riska_