Keberkahan di Dalam Keluarga
*Resume Pengajian Akhir Pekan RISKA(Remaja Islam Sunda Kelapa)
Jum'at, 20 Maret 2015, di MASK (Masjid Agung Sunda Kelapa) Jakarta.
Diisi oleh : Ust. Bendri Jaisyurrahman
Prestasi terbaik syaitan adalah merusak keluarga - ibnu tamiyyah, karena keluarga yang rusak dapat menghasilkan anak yang rusak, anak yang rusak membentuk masyarakat yang rusak, sedangkan masyarakat yang rusak membentuk negara yang rusak.
Seringkali kita ketika seorang anak yang rusak, yang disalahkan adalah seorang Ibu, karena Ibu dianggap yang mendidik anaknya seorang diri di rumah. Padahal ketika seorang anak rusak, ayahnyalah yang bertanggungjawab atas kerusakan anaknya, karena seorang anak bernasab kepada ayahnya - ibnu qayyim.
Pengaruh budaya barat yang membuat seorang ibu disalahkan, karena di barat anak-anak tidak dinasabkan kepada ayahnya akibat ketidakjelasan siapa ayah dari anak-anak tersebut. Salah satu yang masih mengadopsi budaya barat di Indonesia sampai saat ini adalah perbankan, tetapi sekarang kita tidak membahas ini.
Pada zaman Rosulullah SAW (bahkan sampai saat ini), banyak orang yang mendoakan pengantin dengan doa-doa orang jahiliyyah yaitu "semoga langgeng dan banyak anak". Doa tersebut tidak meminta keberkahan kepada Allah SWT. Padahal langgeng tanpa keberkahan sangatlah sia-sia. Contohnya seperti suami istri yang sangatlah romantis tapi kerjaanya hanya pergi senang-senang (seperti nonton bioskop, jalan-jalan, dsb). Tidak saling mengingatkan untuk ke majelis ilmu, tidak saling mengingatkan untuk sholat. Banyak anak pun jika tanpa keberkahan dari Allah akan sangat sulit karena anaknya bisa jadi tidak baik.
Contohnya adalah si anak akan menjadi anak yang tidak nurut kepada orangtua, berbuat dzholim, berani melawan orangtua, atau anak yang masih terlelap saat subuh padahal si suami sudah ke masjid dan istri pun sudah terbangun, itu merupakan ciri-ciri hadirnya ketidakberkahan dalam keluarga. Perbanyaklah ilmu parenting, tambahkanlah kebaikan didalam keluarga agar berkah, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S Hud ayat 114 yang menjelaskan bahwa kebaikan akan mengusir keburukan, layaknya kotoran di sebuah gelas yang akan tumpah dengan ditambahkannya air bersih ke dalam gelas tersebut.
Rosulullah SAW juga sudah mencontohkan bagaimanan mendoakan keberkahan untuk pengantin. Doanya ialah "Barakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khair" yang artinya, "Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan" (H.R. At Tirmidzi)
Syarat Agar Keluarga Diberkahi
Dasar dari keberkahan keluarga adalah Iman dan Taqwa.
Cara memperoleh keberkahan keluarga adalah sebagai berikut :
1. Perbaiki Proses.
Sebelum berkeluarga, caranya harus sesuai syariat agar berkah. Jangan melangar syariat karena dapat merusak keberkahan (keberkahan tercabut), kecuali orang tersebut bertaubat.
2. Visi Keluarga Harus Diluruskan
Visi bersama keluarga haruslah berorientasi akhirat (visi sekeluarga masuk surga bersama) seperti firman Allah dalam Q.S Al Qasas ayat 77 (fokus kepada akhirat tapi jangan melupakan dunia).
3. Buktikan dengan perbuatan bahwa visi keluarga ini berorientasi akhirat.
Contohnya tidak berdiamdiri ketika melihat istri dan anak mulai keluar dari syariat islam.
4. Perbaiki dialog dalam keluarga
Berdialoglah mengenai spiritual agama dengan anak. Karena pembicaraan suami & istri akan terekam oleh anak dan membentuk anak tersebut. Diskusilah tentang agama, tentang akhirat, karena itulah yang menjadi visi kita.
Semoga Bermanfaat..
Resume by Indah
_Biro Kajian Publik Riska_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar